Friday, April 29, 2011

am i Kate Middleton?

buahahahahahahaaaa mungkin judul diatas hanya dibuat dengan kegilaan ( ya sudah banyak yang tau gue gila, gila mengkhayal tepatnya)

hari ini salah satu putra kerajaan Inggris menikah, yaitu Prince William. Ia menikahi Kate Middleton teman semasa kuliahnya. oke tanpa perlu panjang lebar kalian pasti udah tau...
sekarang gue mau mengkhayal nih, apakah nasib gue akan sama seperti Kate Middleton? mendapatkan seorang pangeran dan hidup di istana? tapi sayangnya di Indonesia negara Republik. paling juga di Yogya, tapi keturunannya aja gue gatau, yaa paling di Indonesia yang heboh nikahnya anak Presiden. tapi anak Presiden udah gak ada yang single...
jadi intinya gue mustahil nih buat jadi Kate Middleton?? :'(
tapi kira-kira nasib gue sama gak ya dapet jodoh di institusi kayak Kate Middleton? gue udah muter-muter binus 7x belum nemu yang pas, eh sekalinya pas di hati dan pas buat digandeng status facebooknya udah in a relationship. kan bikin bete dan frustasi aja kejadian kayak gini..

yah mungkin memang gue ditakdirkan untuk tetap setia sama

yap sama IRFAN BACHDIM, kayaknya emang dia Pangeran William gue. kalo nggak palingan gue balikan sama si mantan Denny Sumargo

yah liat aja nanti dimana tempat hati gue berlabuh. oke?
HAHAHAHAHAHAHA

Thursday, April 21, 2011

unending problems

namanya hidup pasti tidak luput dari masalah, biasanya orang mengkategorikan masalah seperti "ini masalah besar" atau "ini masalah ringan". sebenernya ini semua tergantung cara pandang kita dalam menatap suatu masalah.
dan sebenernya menurut saya masalah yang terbesar adalah ketika kita menghindari masalah. kenapa bisa begitu? karena menurut saya, masalah dapat kita kategorikan menjadi masalah besar dan masalah kecil tergantung pengalaman kita pada masalah tersebut. dan orang yang menghindari masalah cenderung akan menganggap masalah ini tetap dalam kategori "masalah besar", andai ia tidak menghindari masalah mungkin ketika bertemu masalah yang sama masalah yang besar itu akan menjadi masalah yang kecil dan tidak menutup kemungkinan untuk menjadi kategori "ini bukan suatu masalah"
dalam hal disini, bukan kita menciptakan masalah atau membuat onar. tetapi ikut berperan menyelesaikan masalah. berdasarkan pengalaman ada salah seorang teman saya, ketika ada masalah dalam lingkungan kami. ia tidak mau masuk dalam konflik, padahal ini masalah bersama. ia hanya berani berkata untuk dirinya sendiri, ia tidak mau mengeluarkan pendapat karena takut masuk dalam konfik. menurut saya ini adalah kesalahan besar. masuk dalam masalah ini banyak positifnya loh kalo dipikir secara positif. yaitu:
1. pemikiran kita semakin didewasakan
2. semakin bisa mengenali karakter diri sendiri dan orang sekitar
3. semakin belajar tentang cara mengatur emosi
dan sebagainya laaaaah..

masalah itu tidak akan pernah ada habisnya selama kita masih hidup, dan mengatasi masalah yang benar dengan cara pandang yang benar juga. anggaplah semua masalah kecil maka akan mudah juga diselesaikan. ingat Tuhan lebih besar dari masalah yang kita hadapi ;D kalau kita memiliki masalah yang sama terus seperti unending problems, kuncinya cuma satu "pandanglah masalah itu dengan sisi yang lain"

tetapi perlu diingat juga, yang terpenting jangan masuk masalah orang ;D < ini yang paling berbahaya, jangan kepo pleaseee!

Friday, April 8, 2011

Creative and Intelligent Department

hari ini rapat kedua HIMA setelah LDK, dan memang jadwal hari ini adalah rapat komisi. periode ini HIMA ada 5 komisi, dan pas isi formulir aku memilih komisi 1 Acara  sebagai pilihan pertama dan pilihan keduanya adalah komisi Sarana dan Sponsorship.
Dan tadi diumumkan ternyata aku masuk ke pilihan pertama, yang dikepalai Kak Eric. Seneng bisa masuk komisi ini, karna ternyata dari banyaknya pendaftar hanya masuk 7orang dan aku salah satunya :D. walaupun aku tau komisi 1 ini inti dari HIMA, karna kita yang ngurus semua acara. pasti banyak yang aku korbankan nanti, tapi ini sudah tanggung jawab untuk 7bulan kedepan. aku berusaha untuk memberikan yang terbaik yang aku punya.
selamat datang kesibukan baru dan tanggung jawab baru, mari kita bersahabat. semoga untuk kedepannya aku bisa mengontrol emosi lebih baik lagi, yang di kompi kita kubur dalam-dalam. semoga bisa, amin