Saturday, June 25, 2011

Perjalanan menuju TKH

Di Himpunan Mahasiswa Akuntansi BINUS University acara TKH (Temu Keakraban HIMA) adalah acara wajib tiap tahunnya. TKH ini bertujuan sebenernya untuk regenerasi HIMA, karena di TKH ini kita para pengurus HIMA harus mempromosikan HIMA kepada para maba jurusan Akuntansi dan ganda Akuntansi untuk mendaftar jadi aktivis HIMA. Tahun lalu gue sebagai maba juga ikut acara TKH ini, ya banyak banget manfaatnya. Pertama gue berfikir, gue suka organisasi makanya gue nggak mikir 2x buat ikut TKH. Kedua, gue perlu kenal senior selama di BINUS, ya banyak hal yang bisa gue manfaatkan dengan adanya senior (misalnya pinjem buku hahaa) Ketiga, gue juga mau banyakin kenalan laaaaah. 
Dan waktu yang gue luangkan untuk TKH kemaren tidak sia-sia, karna gue tetep stay di HIMA dari status aktivis dan sekarang status gue udah berubah menjadi pengurus. Karna itu, tahun ini gue mengemban tanggung jawab untuk menjadi panitia TKH yang bertemakan

"Main hasilnya bukan main jika main-main"

tema ini belum fix, karna tema ini tema asli ketua panitia gue waktu dia presentasi. tapi sampai detik ini temanya masih itu. Oh iya di TKH ini gue menjadi koor. Acara, berikut susunan kepanitiaannya

Ketua : Andreas Natanael
Wakil : Wira Rizwandi
Sekretaris : Nita Lisasmita
Bendahara : Alika Putri Permata Sari
Acara : Koor. Elvania Kristiawati Moeladi
- Haris
- Verissa
- Vicky
- Ivanna
- Toto

Pubdok : Koor. Michael
- Felicia
- Zii
- Kelvin

Akomodasi, Sarana, dan Transportasi : Koor. Yusuf
- Roberto
- Icham
- Gunata
- Rama
- Sandya

Registrasi : Koor. Aviana Rahmandita
- Fitra
- Dilla

Konsumsi : Koor. Diva
- Hesti
- Thiodora

P3K : Koor. Lionita
- Icha
- Hesa
- Willy
- Tomy

Kemanan : Koor. Dewa
- Iput
- Milla
- Ali
- Adit
 
yaaap gue menjadi Koor. Acara dan itu menurut gue beban tersendiri buat gue, beban yang bisa dibilang sangat berat. TKH ini bisa dibilang sukses kalau acaranya keren, oke dengan pernyataan tadi bisa membuat kepala gue berasap. gue tau didepan sana gue pasti punya banyak masalah dengan jabatan gue ini. Gue siap? haha gue akan berlagak siap :) tapi ya pasti gue bakal lakukan yang terbaik yang gue punya dalam acara ini, gue yakin gue mampu. 
Walaupun berat banget, curhat sedikit nih jadi koor. Acara pati dicecer terus. entah sama senior, alumni bahkan sesama panitia juga pun pasti dicecer (padahal mereka punya job masing-masing) yaaa gue berusaha tabah aja lah, loh? haha tepatnya gue berusaha memahami segala kritikan dan saran yang gue terima karna ini bukan acara gue seorang, ini acara bersama dan gue mau semua senang dan nyaman dengan acara yang gue buat. 
Dan sebagai koor, gue harus bener-bener sabar menghadapi sifat-sifat anggota gue. yang seperti inilah seperti itulah ngoceh ini lah ngoceh itulah maunya begini lah maunya begitulah, yaps itulah organisasi. kalo bukan begitu bukan organisasi namanya. dan sekarang gue akan berusaha untuk menjadi koor. yang tepat. gue nggak mau bilang gue pengen jadi koor yang baik, baik tuh gampang dihasut orang dibaikin suka besar kepala dan gue nggak mau karna mereka anggap gue baik mereka bisa seenaknya. gue juga nggak mau bilang gue koor yang sabar, karna kalo mereka menganggap gue sabar susah pasti dikasih deadline :D yaaa gue mau jadi koor. yang tepat, tepat bertindak dalam segala situasi.

Karna judul blognya "Perjalanan menuju TKH" gue mau sharing apa yang telah gue dan panitia lakukan selama kurang lebih sebulan kepanitian dibentuk.
Tanggal 11 Juni 2011 kemaren, gue, wira (wakil ketua), alika (bendahara), dewa (koor. keamanan), dan diva (koor. konsumsi) telah melakukan survey pertama untuk mencari tempat berlangsungnya TKH. Hari itu 4 tempat kita kunjungi, yaitu
yang pertama, Pisita Anyer
Pisita anyer tempatnya nggak terlalu jauh karna masih ada didepan anyer. tempatnya luas sekali tapi karna tempatnya luas dan banyak villa pribadi kita merasa kurang priv.t. di lingkungannya pun gak terlalu nge-block jadi susah.
yang kedua, Desiana Cottage
cottagenya bagus, tapi untuk jumlah 200 orang kayaknya tidak bisa menjadi tempat yang direkomendasi. padahal pantainya bagus dan ramai, tetapi tidak ada halaman lapang dan aula hanya menampung 50 orang. mungkin kalo untuk acara keluarga, Desiana cottage bisa menjadi tempat yang recommended
yang ketiga, Wira Carita
wira carita memiliki pantai terpisah, walaupun gue pantai yang disediakan walau diseberang tetap menjadi pantai privat. Wira Carita sama seperti pisita anyer memiliki lahan yang luas. di wira carita aulanya sangat besar dan di dalam lingkungan wira carita banyak halaman kosong yang bisa dimanfaatkan untuk acara outbond. dan dibelakang wira carita ada sawah dan perdesaan, dan kata mas-mas resepsionisnya kalau kita mau mengadakan jurit malam ke sawah atau desa nanti masalah perizinan mereka yang urus (oke kan?)
yang terakhir adalah, Mutiara Carita Cottage
gue nggak bisa berkata-kata untuk tempat ini, bagus banget. feelnya dapet banget untuk acara kebersamaan disini. pokoknya cottage yang ditawarkan juga bagus banget, aula bintang 5 pokoknya keren banget. kalo bahasa gaulnya pewe banget lah disini.
(maaf tidak bisa menampilkan foto karna data fotonya bukan di gue)

tapi ya dari ke-empat tempat itu, semua harus kembali lagi ke budget yang ada. maka dari itu, rapat yang diadakan pada hari jum'at 17 Juni 2011 kita para panitia bersepakat untuk menjadikan Wira Carita sebagai list utama sebagai tempat TKH tahun ini.
dan dirapat hari itu juga, panitia membahas transportasi dan kita masih mencari koneksi bis murah dan bagus. yang terpenting adalah dibuat peraturan:

tidak hadir rapat dikenakan denda Rp. 5000,- untuk dateng terlambat dikenakan denda Rp. 3000,-

wooooooow bagus itu, semoga aja para panitia tidak berpikiran hal ini terlalu money oriented ( ngikutin gaya ci meiling) tapi bukan uang yang kita butuhin dari mereka tapi kehadiran dan peran mereka dalam acara ini. 

oke lanjut, setelah rapat selesai gue, diva, wira, dan ucup (koor. sarana dan transportasi) memutuskan untuk ke tanah abang ke kantor pusat Wira Carita setelah sholat jum'at. Panas-panas siang bolong, mana nyasar, macet banget di tanah abang akhirnya sampai juga disana walau ucup dan diva nyasar sampai dekat LSPR haha. yaa hasil dari kedatangan kita kesana memuaskanlah, untuk harga kita mendapat potongan yang bisa dibilang besar per-paketnya. setidaknya gue pribadi merasa masih ada titik cerah buat jadiin anggaran TKH sama kayak tahun lalu (nggak semakin naik maksudnya).

dan sekarang karna lagi UAS jadi rapat tidak diadakan, jadi perkembangan selanjutnya tetap akan gue share disini. walaupun begitu sekarang gue lagi menyelesaikan lampiran rundown acara untuk TKH karna deadline proposal akhir bulan ini >_<

 

Saturday, June 4, 2011

Kepada kamu, dengan penuh kebencian by Raditya Dika

Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…
aku takut sendirian.