Friday, October 28, 2011

Planning

Entah kenapa gue selalu menggebu-gebu untuk membuat sesuatu yang baru, serasa semua kepercayaan diri muncul dan otak bekerja lebih pintar dari biasanya. Gue termasuk orang yang ambisius dan egois, maka dari itu untuk hal seperti ini pun gue pasti sangat ambisius dan egois untuk merealisasikannya. Waktu SMA gue sangat menggebu-gebu untuk membuat lomba PASKIBRA se-JABODETABEK (FROZEN 54) di sekolah gue, dan akhirnya acara itu terlaksana. Rasanya bangga banget ya, dari yang awalnya cuma ambisius kecil gue dengan omongan-omongan nyeleneh yang seakan-akan acara ini pasti dibuat, sampai mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan. Gue ngerasa puas banget, sampai sekarang kalau ingat hal itu gue susah menjelaskan rasa senang gue. Gue dan angkatan gue berhasil membuat acara ini bukan menjadi hal yang mustahil walaupun persiapan hanya sebulan, tetapi sampai saat ini acara FROZEN 54 masih berlangsung. Sebuah gebrakan yang membangun segalanya!
Ya dan saat ini di organisasi yang baru ini, gue punya mimpi yang sangat ingin gue realisasikan. Walaupun gue tersadar pemahaman gue pasti tidak sama dan banyak ditentang dari pihak atas, tapi gue pasti akan berusaha 100% untuk merealisasikan acara ini. Kalau tahun ini tidak bisa terealisasikan mungkin tahun depan akan gue perjuangkan saat angkatan gue menjabat. Tapi kalau bisa tahun ini kenapa harus menunggu tahun esok?

Tuesday, October 11, 2011

Dear Diary

Dear Diary, (sumpah ini awal yang menjijikan, geli-geli gimana gitu bacanya)
jadi hari ini ceritanya gue kenalan sama heeeeem siapa ya gue sebutnya, gebetan? bukan itu terlalu instan, ya gue sebut saja 'orang yang gue kagumi' . lebay banget ya namanya? ya tapi bicara kenyataan aja gue emang tertarik sekali dengan bakat yang ia punya. 
Jadi cerita awalnya seperti ini, sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi tentunya kegiatan organisasi pasti gue ikutin termasuk menjadi penonton event yang dibuat organisasi lain di kampus. Hari itu gue dan temen gue si D (nama disamarkan) ditugaskan oleh DPI HIMA untuk menjadi penonton salah satu event HMJ di kampus gue, dan pada selingan acara itu ada sebuah UKM yang tampil mengisi acara. Disitu gue lihatlah teman gue si F ikut tampil dalam group UKM tersebut, ya karena di group itu gue hanya mengenal si F aja otomatis mata gue terfokus pada si F.  Kan lumayan bisa jadi bahan ledekan gue dikelas. Tiba-tiba teman gue si D menyadarkan gue bahwa ada makhluk Tuhan paling sexy ups salah maksud gue ada seorang pria yang sangat memukau permainannya dengan "alat"nya. Sorot mata gue akhirnya berpindah ke sosok ini, dan ya dengan waktu kurang dari 5 menit gue bisa mengangumi sosok ini. Karena menurut gue jarang sekali orang memiliki keahlian seperti dia, dan mulai darisana lah perjalanan gue untuk mengaguminya dimulai.
Awalnya gue mulai bertanya sama si F via bbm, karna F temannya si 'orang yang gue kagumi'  jadi hal yang paling benar untuk gue bertanya tentang ini ke si F. tapi gue nggak cukup dapet informasi dari si F karna si F kayaknya hari itu lagi celeng celeng gimana gitu. Lalu  gue cerita sama sahabat gue si Amerta tentang apa yang gue lihat rasakan dan terawang hari ini. Dan tiba-tiba sms balasan dari amerta masuk "va, kata temen aku yang mantan anak ukm itu nama dia *piiiiiiip*" Dan sayangnya gue ini manusia yang kepo sekali kepo tingkat akhir, gue search si 'orang yang gue kagumi' di Facebook dan ketemu dan benar!
Oke dari Facebook gue bisa mendengar karya yang ia buat, dan itu buat gue tambah mengagumi sosok ini. Dan dia adalah seorang leader, yang semakin menambah nilai plus plus dia. Gue type orang yang suka menilai orang dari awal, dari tampang  ( dari tampang disini bukan jelek atau tampan ya. tapi entah bakat atau gue yang suka sok tau itulah gue suka menebak kepribadian orang dari tampangnya dan biasanya benar. makanya kebiasaan ini telah mendarah daging di diri gue) dan dari apa yang dia share di dunia maya. Untuk itu gue menarik kesimpulan gue sangat-sangat mengidolakan sosok dia.
Setelah  beberapa hari gue dan Amerta mengganggu hidup si F untuk mengenal idola-idola kita lebih jauh. Oh iya lupa sahabat gue si Amerta juga mengagumi sosok "penggebuk" di group itu. ya balik lagi, dan akhirnya hari ini gue bisa kenalan sama dia lewat si F tentunya walau cuma "*pppppiiipppp*" dan gue membalas "elva" yah setidaknya pribadi yang selama 2minggu ini gue kenal hanya di duniamaya akhirnya gue bisa melihat di dunia nyata.
Dan nasib gue selalu lebih beruntung dari Amerta untuk masalah seperti ini, karna hari ini idolanya sudah keburu pergi sebelum bertemu. Ya untuk hari ini gue seneng bisa kenalan sama orang itu, gue yakin dia bisa sukses dengan karirnya yang dia tekuni di organisasi itu.
Mungkin orang yang gue maksud bisa nemu dan baca blog ini, tapi ya ini kejujuran gue untuk mengagumi sosoknya. Oke mari kita berteman, dan gue bakal senang banget. Oh iya Selamat Ulang Tahun ya, sukses karir dan segalanya. Mungkin gue cuma bisa ngucapin disini, karna jujur tadi mulut gue udah kaku duluan hahaha. Gbu


(for your info, postingan ini atas rekomendasi dari Amerta. Karna sebenernya gue agak gimana gitu buat share hal seperti ini di blog. Tapi Amerta bilang seperti ini "kenangan va jadi kita bisa inget terus kejadian hari ini" walaupun nggak gue tulispun akan selalu gue ingat, Ya tapi tidak ada salahnya sedikit ababil ditengah usia yang mau menginjak kepala 2)

Sunday, October 9, 2011

Perjalanan Menuju LDK HIMA

"kayaknya kemaren baru TKH deh.."
kalimat itu yang selalu terngiang-ngiang di otak gue, baru nafas sebulan dan kita pengurus HIMA dipertemukan lagi di event LDK. Itulah sensasinya berorganisasi, untuk itu masuk dalam sebuah organisasi perlu komitmen yang kuat dan yang terpenting suka dengan dunia ini. Lakukanlah karna cinta, dan bertekadlah bahwa organisasi itu akan menjadi bintang dintanganmu. In fact, gue belum sesempurna itu gue tetep ada kok rasa capek ya capek badan karna gue bukan anak kosan, yang harus pulang pergi Tebet - Binus dengan melewati kemacetan ibukota bersama TransJakarta tercinta. Dengan segala kegiatan organisasi yang menyita waktu gue, bisa lebih dari 12 jam gue meninggalkan rumah. Dan capek hati kalo ada masalah, karna berpuluh-puluh macam pikiran digabungkan jadi satu itu memang hal yang sangat sulit tapi itu namanya organisasi. Terkadang yang benar yang menang bisa juga berlaku hukum rimba (pengalaman organisasi dari SMA, kalo disini gue belum menemukan hal itu). Ya tapi yang menguatkan gue ada 2 hal, yang pertama "jangan sampe gue nyesel kalo gue memutuskan keluar dari organisasi" yang kedua "kalo bukan gue siapa lagi?" yang terakhir mungkin agak narsis tapi ya begitulah adanya, gue selalu percaya dan yakin akan kemampuan gue megang sebuah organisasi, percaya diri untuk kebaikan tidak ada salahnya kan? ya hal itu juga yang menjadi pemacu gue buat stay di sebuah organisasi. 

Oke back to LDK,
setelah pemilu pemilihan ketua LDK, terpilih lah Hesti Pratiwi sebagai ketua LDK HIMA 2011 mengalahkan saingannya saudara Sandya Ichwan. Dengan terpilihnya Hesti Pratiwi sebagai ketua, beginilah susunan kepanitiannya yang ada:

Ketua                    : Hesti Pratiwi
Wakil Ketua              : Yusuf
Sekretaris               : Elvania Kristiawati
Bendahara                : Verisa Margret
Koordinator Divisi:
Acara                    : Febrianto
Sarana                   : Suryadi
P3K                      : Aditya Haswandana
Konsumsi                 : Hesa Margareth
Registrasi               : Lionita
Pubdok                   : Fathdilla Sirtiok
Keamanan                 : Stefanus Willy

ya ini lah susunan DPI Koor LDK HIMA 2011 dengan mengangkat tema "Creative and Cooperation", dan event kali ini gue dipercayakan sebagai Sekretaris setelah TKH kemaren gue menjabat jadi koordinator Acara. Well sekretaris memang DPI tapi gue yakin dan percaya beban gue tidak seberat TKH. Ya walaupun sekretaris itu sulitnya dimana deadline tugas kampus dan deadline proposal dan segala surat berdekatan, tapi gue merasa kali ini gue bisa santai. oke gue perjelas santai disini gue bukan santai badan, tapi santai pikiran. Walaupun tiap rapat gue harus menyiapkan segala berkas-berkas yang ada, catet ini catet itu tapi ya karna dasarnya gue suka mencatat bisa dilihat dari binder gue semua orang pasti takjub (yang ini gue mau pamer gue rajin dikelas) jadi gue enjoy aja, dan enaknya lagi adalah ketika rapat dipecah dan tiap divisi harus rapa kecil per divisi disitulah kebahagiaan gue karna yang dulu saat TKH itu menjadi permulaan yang melelahkan tapi sekarang itu menjadi permulaan yang menyenangkan. Karena itu adalah waktunya DPI untuk santai, tapi tenang kawan gue nggak bermaksud membuat iri tapi satu hal yang pasti kalian bisa lebih merasakan memiliki acara ini jika kalian berada dalam divisi suatu kepanitiaan. 

Dan sulitnya yang gue rasa saat ini adalah, event ini berjalan bersamaan dengan kegiatan perkuliahan. Tidak seperti event sebelumnya yang sedang libur dan karna gue bebas SP makanya benar-benar kosong waktu gue. Tapi sekarang ketakutan gue adalah ketika gue tidak bisa adil membagi waktu dan tanggung jawab gue antara kuliah dan organisasi. Karena gue tetap percaya, hanya Tuhan yang mampu adil hahaha. Teorinya begini. Seperti cinta segitiga, KULIAH, ORGANISASI, dan FISIK. Bila kita mau fokus dan totalitas kita hanya bisa memilih dua dari tiga hal itu, yaaaa itu sangat sulit apalagi gue yang nggak ngekos tambah tepar deh gue, tapi itu tetap harus dijalankan dengan 5 S ( Senyum, Semangat, Sapa, Sabar, Sayang ) yaa fyi 5 S ini adalah motto yang diberlakukan selama LDK kali ini, semua panitia dihimbau harus selalu ingat 5 S ini.

Mungkin saat ini kita semua baru meniti acara ini yang direncanakan akan diadakan 16-18 Desember 2011 mendatang, doaku gue selalu untuk kesuksesan acara ini. Dan kejayaan untuk HIMA BINUS University

Sunday, October 2, 2011

bicara perasaan

Kebencian pasti dengan alasan
Dimana kewarasanku membenci tanpa alasan? seribu alasan kan ku paparkan
Sakit rasanya digambarkan membenci tanpa alasan
Kata dari sebuah mulut yang merobek segalanya
Kenapa tak mencoba tuk memahami terlebih dahulu?
Setelah sekian lama ku mengalah dengan keegoisan itu
Meningkatkan satu kecerian diatas kesetengah hatian
Memahami segelintir otak yang tak kunjung memahami kembali
Dan sekarang semuanya seperti bom waktu yang telah meledak
Sebuah kesesakan yang tak kunjung usai
Walau akhirnya semua terkuak
Mengalah pasti menjadi satu-satunya pilihan