Dari tanggal 16 Maret 2012 - 2 April 2012 kemarin, gue lagi ikut suatu program yang diadakan oleh Astra First bernama Explore Your Excellence (EYE). Untuk ikut program ini diperlukan 2tahapan seleksi. Yang pertama itu paper screening, dan wawancara. Dari >100 BINUSIAN yang daftar, gue beruntung untuk menjadi 33orang bagian dari peserta yang terpilih.
Jeng jeng jeng kebahagiaan gue tidak berlangsung lama (< yang ini lebay dan bercanda ) Sampai pada tanggal 16 kita dikumpulkan untuk menerima 2 materi tentang "Intrapreneurship" dan pada akhirnya kita diberikan sebuah project! oke sebelumnya dari ke 33 peserta dibagi menjadi 11 tim, jadi tiap tim berisikan 3orang. Bertemulah saya dengan teman seperjuangan, Denny Sumarlin semester 6 jurusan Sistem Informasi, dan Clerisa Jessica semester 8 tapi sudah sidang jurusan Teknik Informasi. Awalnya berada diantara mereka dan mengetahui latar belakang mereka gue benar-benar merasa seperti anak tiri, apalagi gue yang paling muda diantara mereka.
Dimulailah suatu project untuk membuat ide bisnis yang nanti direalisasikan, gue tekankan kembali 'di-rea-li-sa-si-kan' dengan modal Rp. 500.000 dari pihak panitia. Sebagai kaum pribumi ( < maaf yang ini rasis ) yang tidak punya keturunan dagang di mangga dua, roxy, atau tanah abang, gue sempet muter otak untuk buat sesuatu karna syaratnya tidak boleh makanan/minuman, baju/aksesoris.
Ide pertama: Membuat notes
jadi rancangan yang ada di awang-awang kita bakal beli kertas HVS yang akan dibagi 4/lembar, untuk cover kita akan buat dari karton yang akan ditambah kertas kado, lalu dijilid kawat ditukang fotocopyan. Dan akhirnya ide ini pun kandas ditengah jalan karena 2 teman saya tidak yakin
Ide kedua: Membuat bantal dari kain flanel (ide denny)
sebenernya gue agak melongo dengan ide ini, karena gue tau ini susah dan modal 500rb itu belum tentu cukup untuk buat produksi ini. Dan akhirnya ide ini pun kandas, karena gue dan clerisa tidak yakin
Ide ketiga: Hiasan Angry Bird
Jadi hiasan ini kita buat dari kardus daur ulang yang akan kita bentuk menjadi tokoh angry bird, ide ini sudah sempat mantap karena maju sampai tahap presentasi. Dan dewi fortuna tidak dipihak kita karena pada saat sesi konsultasi keyakinan kita diciutkan oleh pak karyana, alhasil kita mengubur ide lagi
Ide keempat: Jasa Nail Art
Awalnya karena gue tau ada toko nail art di deket binus dengan harga terjangkau, kita sepakat untuk nail art. tetapi harapan itu musnah ketika cici salon bilang kalau tim lain udah ada yang bekerjasama :'(
Ide kelima: Majalah teropong
Majalah ini akan berisikan informasi-informasi makanan disekitar binus, kita udah jalan dan mendapatkan 3 rumah makan pada sore itu untuk publikasi. esok paginya kita diberikan contoh majalah informasi makanan yang pernah terbit di Binus, jauh sekali dari barang yang akan kita buat, itu keren banget. akhirnya nyali kita ciut untuk membuat majalah
Ide keenam: DISNUS (Diskon BINUS)
akhirnya ide ini yang kita realisasikan, konsepnya adalah bekerjasama dengan organisasi kemahasiswaan di BINUS untuk memberikan potongan harga event mereka yang akan dijual di DISNUS. jadi DISNUS akan menjual voucher potongan harga tersebut ke mahasiswa.
Menjalankan ide ini benar-benar penuh tantangan dan tingkat kesulitan yang rumit, ide yang dicetuskan oleh PIC team gue yaitu kak yohanes benar-benar T-O-P . Dia benar-benar motivator yang handal, kalau lagi sharing sama dia seakan-akan ini mudah dilewati dan terasa begitu nyata, ketika dia pergi semuanya seperti fatamorgana (<yang ini lebay dari awal sampai akhir).
Hal yang membuat gue maju mundur adalah ketika gue harus menghubungi ketua-ketua organisasi, karena posisi gue sebagai DPI HIMA membuat gue merasa seribu kali lipat lebih malu. Seribu kemungkinan gue bakal ketemu para ketua OK yang gue hubungin diluar acara EYE Astra 1st ini, entah kenapa gue benar-benar malu dan gak percaya diri.
Hal yang membuat gue maju mundur adalah ketika gue harus menghubungi ketua-ketua organisasi, karena posisi gue sebagai DPI HIMA membuat gue merasa seribu kali lipat lebih malu. Seribu kemungkinan gue bakal ketemu para ketua OK yang gue hubungin diluar acara EYE Astra 1st ini, entah kenapa gue benar-benar malu dan gak percaya diri.
Singkat kata saja, acara ini membuat gue banyak belajar lagi gimana cara bekerja dalam team. gue sadar gue masih jauh sekali dari sempurna, masih banyak yang harus gue ubah dari kebiasaan gue. Gue semakin banyak tau tindakan apa yang harus gue lakukan untuk menyelesaikan masalah dalam team. Semakin banyak ilmu yang gue dapat disini, terimakasih Astra First untuk kesempatannya yang berharga! Terutama untuk Clerisa, Denny, dan Kak Yohanes yang benar-benar memberikan pengalaman dan pengajaran hidup baru :')