Wednesday, March 30, 2011

HIMA

Saat awal perkuliahanku berlangsung, aku memutuskan untuk menjadi aktivis di salah satu organisasi HMJ di kampusku. dan organisasi itu adalah HIMA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi)
Di awali dengan mengikuti acara yang dibuat oleh HIMA, yakni TKH (Temu Keakraban HIMA) pada tanggal 2-4 September 2010 di Anyer. Jujur pada acara itu memang tekadku sudah ingin untuk menjadi aktivis HIMA, tetapi entah mengapa ruang lingkup temanku hanya sebatas teman se-BBN dan sekamar. Tidak seperti aku yang biasanya, yang mudah membaur. Mungkin ini faktor suasana hati juga mendapat kabar buruk yang tidak ingin aku dengar. Aku memang menikmati sekali acara TKH, tapi hati ini pada kehidupan sosial seakan tertutup.
Setelah acara TKH berlangsung, diadakanlah seleksi aktivis. Akupun membuat cv dan melengkapi persyaratan yang diajukan, dan pada hari jum'at siang setelah pelajaran teori ekonomi, aku dan temanku ria menuju tempat seleksi aktivis. Dan pada waktu itu, baru aku, ria dan erik yang ikut seleksi. jadi kami peserta seleksi pertama. Lalu aku diwawancarai, 3 orang senior yang aku lupa namanya, yang aku ingat salah satu dari mereka bernama kak Vrita. Dan ada salah satu senior yang bertanya padaku "apa kamu akan ikut ldk?" dan aku jawab "iya" . jujur aja ucapan aku yang spontanitas itu tidak diimbangi tekad di hati, hanya manis dimulut. tapi entah kenapa ucapan itu menjadi "beban" tersendiri buatku.
singkat cerita, aku tergabung di HIMA menjadi aktivis komisi 2 yaitu HIRE department yang dikepalai kak Hansen. selama ini aku ikut rapat kalau mood saja, ini faktor teman juga. aku tidak kenal banyak orang disana. aku seakan-akan ansos, jujur ini bukan aku banget. Dan ada kejadian aku menjadi panitia sebuah event, tapi kembali rasa ansosku menerjang aku pun mangkir dari kepanitian.
tetapi ketika diumumkan akan adanya LDK, aku bimbang. jujur aku ingin sekali ikut, tapi aku merasa tidak punya muka setelah aku mangkir dari salah satu kepanitian. tapi, aku selalu ingat janji aku pada senior yang sampai sekarang aku juga tidak tau namanya itu aku akan ikut LDK, maka aku mendaftar bersama temanku putri dan iput. walaupun aku berpikir senior itupun belum tentu ingat janjiku, tapi entah "beban" itu berat sekali untuk aku ingkari.
                                                       

                 ***                  


LDK pun berlangsung, aku dan 36 orang temanku lainnya pergi menuju Pondok Pemuda Cibodas menggunakan tronton. Didalam tronton, aku hanya punya teman dekat Iput karna putri tidak jadi ikut karna sakit. aku hanya kenal beberapa orang, seperti Kak Jesica, Apo, Tomy, Zii, Dilla, Alika, Ali, Suryadi, Willy, Hesa, Lionita,Gunata dan Viky. 14 orang dari 36 orang, miris banget kan.
Mungkin terlalu panjang untuk aku ceritakan apa yang aku lewati disana satu persatu, yang pasti pada malam itu aku dibawa kesebuah ruangan yang aku tidak tau apa karna mataku tertutup dan aku tidak tau siapa yang berbicara padaku. yang aku yakini hanya senior-senior yang ada diruangan itu lebih dari 4. mereka membuatku kembali berjanji, serasa aku mengucapkan janji manis dimulut. Aku tau kedepannya akan berat, sama beratnya ketika aku berada di kompi. dimana konflik ada bercampur tak terpisahkan antara masalah organisasi dan masalah pribadi.
Tapi mulai detik kemaren sampai waktu yang tidak ditentukan aku berjuang untuk menepati janjiku, sebisa mungkin aku akan berusaha sebisa mungkin aku akan stay. aku akan mencoba mengarungi semua masalah yang ada, aku akan mencoba memperbesar kapasitasku dalam problem solving. aku akan mencoba terus berjalan.

Ini aku dengan komitmen baru, ini aku untuk mereka dan ini aku untuk HIMA.

feel it, trust it, and get it

No comments:

Post a Comment