Sunday, February 5, 2012

relationship

Selamat datang di bulan februari, bulan penuh cinta dan penuh dengan badai kasih, tentunya bulan ini sangat spesial karena bulan februari adalah bulan kelahiran gue.
Pada bulan ini gereja gue sedang membahas tentang tema "relationship", dan tepatnya hari ini gue merasa mendapatkan firman yang benar-benar sesuai dengan apa yang gue alami saat ini. Mungkin kalian pernah mendengar kalimat "sahabat sejati adalah sahabat yang ada bukan hanya disaat kita senang tetapi juga saat kita kesulitan" mungkin ini kalimat yang udah biasa terdengar oleh kalian semua termasuk gue sendiri, dan hari ini gue mendapatkan kalimat baru "sahabat sejati adalah orang yang ikut senang disaat kita sukses". Saat gue mendengar kalimat ini kayaknya hati gue benar-benar tersentak, kalimat ini bener-bener berkorelasi dengan apa yang gue alami saat ini.
Banyak diantara kita sulit untuk menerima teman kita lebih unggul, gue gak munafik kalau gue juga seperti itu. Kayaknya susah buat melihat orang terdekat kita sukses, kita masuk bersama, melakukan bersama, tetapi teman kita lebih unggul. Itu bukan hal yang mudah buat diterima, berarti kalimat sahabat sejati ada disaat senang itu mungkin perlu direvisi ulang maksud dari "senang" yang seperti apa yang dilakukan bersama. Mungkin senang yang dimaksud adalah ketika sukses berada di kedua belah pihak yang saling bersahabat.
Lalu gue mencoba untuk mengerti untuk membuat hati ini ikhlas dan menjadi sahabat yang sesungguhnya, bahwa sebenarnya kita perlu berada disekumpulan orang pintar agar kita terpacu untuk lebih berkembang. Jika didalam sebuah kelompok kita menjadi yang paling unggul, itu tandanya kita perlu mencari kelompok baru untuk melebarkan kapasitas diri. Berarti jika gue merasa teman-teman gue yang lain lebih unggul, berarti gue berada di tempat yang tepat untuk memotivasi gue lebih unggul dari mereka.
Flashback kejadian kemarin, gue berpikir dengan apa yang gue dapatkan kemaren teman yang gue anggap teman itu ikut senang? apakah mereka tulus memberikan selamat kepada gue? gue benar-benar gak yakin. sekarang gue merasa sendiri nggak seperti dulu, gue bingung untuk membagi beban gue ke siapa. karena sekarang gue merasa semuanya benar-benar menjauh. mulut gue sekarang benar-benar terkunci untuk berbagi keluh kesah tentang beban yang gue hadapi saat ini, mereka datang tapi tak membantu, mereka ada tapi tak menghibur, mereka hadir tapi tak peduli. Mungkin gue yang terlalu berharap untuk mendapatkan teman yang sempurna, karna gue belum bisa menjadi teman sempurna gue pun saat ini tidak bisa menuntut untuk mendapatkan yang sempurna.

No comments:

Post a Comment