Saturday, September 17, 2011

untukmu hai manusia yang kukagumi

Ketika aku diam dan mengalah, bukan tanpa alasan tembok keegoisan kuruntuhkan untukmu yang kukagumi. Aku hanya ingin sisi sensitifmu menyadari bahwa ada waktunya kita untuk mengalah dan mengerti, termasuk aku manusia egois yang menunjukan kepadamu hai manusia yang kukagumi..
Ketika aku marah dan berkata keras, bukan tanpa alasan aku meruntuhkan sisi 'jaim' ku kepadamu hai manusia yang kukagumi. Aku hanya ingin sisi sensitifmu menyadari bahwa kita tidak selamanya benar dan telinga kita perlu banyak mendengar. Aku hanya ingin darimu untuk mendengar keluh kesahku padamu hai manusia yang kukagumi..
Ketika aku egois, bukan tanpa alasan aku membuatmu menderita akan sifatku. Aku hanya ingin sisi sensitifmu menyadari bahwa sudah saatnya untuk mengalah. Aku mungkin bisa untuk mengalah padamu hai manusia yang kukagumi, dan aku lapang menerima hal itu. Tapi saat itu aku tau kepada kamu yang aku kagumi, sudah saatnya untukmu belajar teori mengalah..
Ketika aku menunjukan sisi 'gila' ku dan tak segan aku meledekmu, bukan tanpa alasan aku membuat kamu membenci atau risih denganku. Aku hanya ingin menghilangkan sisi kaku pada dirimu hai manusia yang kukagumi..

Mungkin kamu risih dengan segala yang ada padaku, tetapi aku tidak peduli. Aku hanya peduli melihat perubahan pada dirimu hai manusia yang kukagumi

No comments:

Post a Comment