mungkin selama gue menulis blog ini gue belum pernah membahas apa mimpi gue? sedangkan judul blog gue aja "Chasing a Dream". Lebaynya sih gue bisa dituntut karena isi dan judul tidak sesuai, tapi teman-teman perblog'an gue mau share alesannya. Sebenernya gue senang membagi mimpi-mimpi gue, karena gue termasuk orang yang bawel, nyablak, pengkhayal, dan senang pamer haha. Tapi dari kemaren yang gue lupa waktunya sampai saat ini mungkin seterusnya gue agak bungkam untuk membahas "dream" gue. Karena seorang senior gue pernah berkata pada gue "Kalau kamu punya cita-cita atau mimpi jangan pernah kamu share ke orang lain, jadi ketika kamu memiliki mimpi maka tulislah mimpi kamu di buku harian dan itu hanya kamu dan Tuhan yang tau. Karena ketika kamu share ke orang lain tanpa kamu sadari kamu terlalu berambisi untuk menggapai mimpi itu dan kamu pasti akan gagal untuk meraihnya. Jadi tulislah mimpi kamu di buku harian dan tutup buku harian itu jangan pernah kamu buka, dan biarlah mimpi itu menjadi kenyataan karena alam bawah sadarmu turut bekerja" . Gue nggak memungkiri kalimat itu telah mendoktrin otak gue, dan gue percaya akan nasihat itu. Dan itu menjadi alasan utama gue sulit untuk membagi mimpi gue, tetapi tak jarang ketika hasrat gue ingin terus berbincang pasti gue akan share mimpi gue. Ya memang susah punya sifat bawel dan gak bisa diam.
Walaupun begitu gue tetap punya mimpi, walaupun gue masih menerawang untuk meyakinkan diri gue sendiri apakah benar gue menginginkan itu. Dan yang pasti dari dulu gue selalu bermimpi untuk menjadi arsitek, sekarang gue berani bercerita karena realistis aja gue kuliah di jurusan Akuntansi jauh sekali kalau tiba-tiba 4 tahun lagi gue kerjanya menggambar denah rumah. Ya Arsitek itu tetap cita-cita masa kecil gue hingga sekarang. Mungkin ketika SD anak-anak kecil ditanya ingin jadi apa, pasti favorit mereka adalah dokter, guru, pilot, dsb. Waktu SD gue ditanya ingin jadi apa gue pasti menjawab "arsitek" . guess what? dari SD hobby gue adalah menggambar denah rumah, teman-teman gue pun sadar ketika gue sibuk sendiri dan mulut gue terkunci tak bersuara pasti gue lagi menggambar denah rumah.
Tapi apakah Arsitek sekedar mimpi yang siap gue kubur?? oh tentu tidak :D

No comments:
Post a Comment